Kamis, 30 Maret 2017. Tepat di tepian sungai Dusun Menggala, Desa Pemenang Barat, Lombok Utara diadakan acara “Larut Hanyut”. Persiapan dimulai dari pagi hingga sore dan acara dimulai sekitar pukul 20.00 WITA. Sungai Menggala  dihiasi dengan lentera berbahan batok kelapa untuk menerangi kawasan sungai, terlihat begitu indah yang memberikan hiburan kepada warga sekitar Dusun Menggala. Acara “Larut Hanyut” dibuka oleh menejer program pasirputih, yaitu bang Muhammad Sibawaihi yang sekaligus menjadi kurator Bangsal Menggawe 2017. Munculnya partisipasi warga yang memberikan respon atas karya Andreas Siagian atau akrabnya Ucok tersebut, dibuktikan dari hadirnya pedagang siomay yang ikut hadir dan berdagang di sekitar sungai.

Karya Visual berjudul “Notok Batu” oleh Hamdani di tampilkan di layar besar yang berada di seberang sungai sehingga memudahkan warga untuk menonton. Saya pun ikut berpartisipasi bersama dengan Ijtihad dan beberapa pemuda yang menamakan dirinya Menggala JR dalam menyalakan lentera yang akan dihanyutkan saat Fatih Kudus Jaelani membacakan puisi berjudul “Takdir Kerikil” sembari menaiki rakit yang di arahkan ke tengah sungai. Saat saya dan Menggala JR akan meletakkan sekitar puluhan lentera terdapat kesulitan saat menyalakannya. Sumbu dalam batok kelapa tersebut ternyata sudah basah dengan minyak goreng. Jadi, saat saya melakukan tugas untuk menyalakan lentera-lentera, dikarenakan sulitnya untuk menyalakan api di sumbu-sumbu basah itu. Dengan rasa panik, bingung, dan khawatir saya membakar semua lentera (dengan harapan serabut kelapa yang terbakar) menggunakan obor. Dan akhirnya saya, bang Ijtihad, dan teman teman Menggala JR menaiki rakit dan membawa obor untuk berterima kasih kepada warga sekitar Dusun Menggala.

Persiapan Larut Hanyut bersama warga Menggala

Setelahnya diiringi dengan nyanyian “Tegining Teganang” dari Ibu Ipok. Selama kurang lebih puluhan tahun, Ibu Ipok sudah berada di dunia tarik suara sebagai penyanyi daerah. Ibu Ipok memberikan sumbangsih akan suara merdunya yang bercampur dengan suara alam di sekitar sungai. Acara “Larut Hanyut” merupakan suatu rangkaian acara yang dipersembahkan untuk warga sekitar Dusun Menggala dan terbuka untuk umum. Karya ini dipersembahkan oleh seniman LIFEPATCH dari Jogjakarta “Andreas Siagian” yang berkolaborasi bersama dengan Aang Hunaefi, Menggala JR, Hamdani, Fatih Kudus Jaelani, Ipok, The Popo juga dibantu oleh Ahmad Ijtihad, Ahmad Humaedi, ‘The Onyongs’, Ayu Novitasari. Karya yang sukses memberikan kesenangan kepada warga ini diakhiri dengan acara makan bersama dengan para seniman dan warga sekitar dihiasi dengan canda tawa, kemeriahan, obrolan, dan sharing bersama. Sangat terasa atmosfer kehangatan yang dibangun bersama di acara “Larut Hanyut” ini.

Lentera sudah terpajang di Sungai Menggala, Pemenang Barat

Andreas Siagian/ Ucok

Pembukaan oleh Muhammad Sibawaihi Kurator Bangsal Menggawe 2017

Penayangan video “Notok Batu” karya Hamdani

Mengkela (Makan bersama), bagian dari presentasi “Larut Hanyut”