Hari ini 21 Februari 2017, Tim Bangsal Menggawe melaksanakan acara Silaturrahmi Budaya yang merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Bangsal Menggawe 2017 untuk meleburkan tema “Siq-siq O Bungkuk” bersama para penggiat budaya dan beberapa aparat pemerintahan, seperti Kepala Desa dan Camat Pemenang, Kabid kebudayaan Lombok Utara dan beberapa aktifis sosial. Acara ini dilaksanakan di aula Kantor Desa Pemenang Barat. Acara Silaturrahmi Budaya ini pun menjadi inisiasi untuk menyesuaikan pewacanaan dan misi yang terdapat pada tema Bangsal Menggawe tahun ini.

Presentasi Bangsal Menggawe yang dideskripsikan oleh Muhammad Sibawaihi tentang tema “Siq-siq O Bungkuk sebagai pembuka acara silaturrahmi dan dilanjutkan dengan memperkenalkan para seniman yang terlibat sekaligus spesifikasi keahlian masing-masing yang disampaikan oleh MG Pringgotono. Demikian  membuat para hadirin pada acara Silaturahmi Budaya ini antusias dan tidak sabar ingin menanggapi hal yang dipresentasikan oleh kedua kurator Bangsal Menggawe 2017.

MG Pringgotono kurator Bangsal Menggawe 2017 sedang mempresentasikan seniman yang akan terlibat

Sambutan pertama disampaikan oleh Camat Pemenang menyinggung tentang konsep dan perjalanan Bangsal Menggawe, mengharapkan kualitas kegiatan Bangsal Menggawe tahun ini lebih baik dari Bangsal Menggawe 2016 tahun lalu. Kemudian sambutan kedua disampaikan oleh Kabid Kebudayaan Lombok Utara memberikan paradigma kebudayaan yang hidup di Pemenang dengan lugas menyampaikan bahwa Pemenang memang memiliki sejarah yang luar bisa dan jelas tentang kebersamaan dan keberagaman, yaitu damai dan bersaudaranya tiga agama dalam kesatuan masyarakat yang rukun dan damai.

Pak Camat Pemenang menanggapi Bangsal Menggawe

Setelah sambutan yang dilakukan oleh Camat Pemenang dan Kabid Kebudayaan Lombok Utara. Acara beralih pada sesi diskusi merespon dan meleburkan misi Siq-siq O Bungkuk bersama-sama dan dapat mempersatukan paradigma untuk mensukseskan Bangsal Menggawe tahun ini. Respon pertama disampaikan oleh Metawadi salah satu penggiat budaya dari Kecamatan Pemenang. Menyampaikan tentang harapan untuk para seniman untuk tidak sekedar berkarya bersama masyarakat pada Bangsal Menggawe saja. Namun, kerjasama seniman dapat berlanjut dan tetap melakukan kolaborasi berkarya bersama masyarakat walaupun acara Bangsal Menggawe selesai. Dan ada beberapa hal yang disampaikan terkait pewacanaan Tebango Bolot yang merupakan lokasi kediaman Metawadi untuk menjadi daerah wisata spiritual yang kini tengah diupayakan dan beberapa masukan kepada pihak pemerintah untuk membangun Pemenang menjadi lebih baik.

Kepala Bidang Kebudayaan, Kabupaten Lombok Utara

Metawadi Menanggapi dan memberikan masukan terhadap Bangsal Menggawe dan untuk pemerintah

Kemudian respon yang selanjutnya disampaikan oleh Kepala Desa Pemenang Barat mengucapkan Terima kasih kepada pasirputih telah melakukan hal sebesar ini untuk Pemenang khususnya dan Lombok Utara pada umumnya” sambil menunjukan apresiasi dan antusiasnya. dan beliau juga menyampaikan tentang keamanan para seniman selama melakuakan residensi agar proses kegiatan Bangsal Menggawe tahun ini tidak terjadi hal-hal yang dikhawatirkan yang sebelumnya telah disampaikan oleh Camat Pemenang, memboking penuh keamanan para seniman yang akan melakukan residensi dan berkolaborasi bersama masyarakat nantinya.

Kepala Desa Pemenang Barat menyampaikan responnya terhadap Bangsal Menggawe

Dan respon terakhir disampaikan oleh Zakaria (Seniman tradisi) sebagai salah satu seniman yang terlibat dalam kegiatan Bangsal Menggawe ini dan mewacanakan Merudat Masal, berbicara tentang harapan dan dukungan kepada Pemerintah Lombok Utara dan para penggiat budaya yang hadir dalam acara Silaturahmi Budaya ini.

Kepala Dusun Karang Subagan dan Kepala Dusun Karang Desa

Setelah acara selesai, kami pun berkumpul melanjutkan diskusi dengan santai sambil menikmati suguhan kopi Inaq Joh (Salah satu pedagang yang membuka lapak di depan Kantor Desa Pemenang Barat) yang saya pesan beberapa gelas. Dan hadir juga salah satu seniman yang ada di Pemenang, Madun namanya di tengah peserta Silaturahmi Budaya dan ikut ngopi bareng sambil mendiskusikan beberapa hal tentang persiapan Bangsal Menggawe tahun ini. Al hasil acara Silaturahmi Budaya sebagai rangkaian Kegiatan Bangsal Menggawe 2017 berjalan lancar dan kelucuan Madun membuat suasana diskusi lepas usai acara ini sangat lucu dan semua tertawa riang merasa terhibur olehnya.

Madun musisi kondang Lombok Utara

Suasana pada Kegiatan Silaturrahmi Budaya