Fatih lahir di Pancor, 31 Agustus 1989. Saat ini menetap di Bermi,Pancor, Lombok Timur. Fatih aktif menulis puisi yang kemudian disiarkan di berbagai surat kabar, majalah, jurnal dan situs online. Juga terangkum dalam buku-buku antologi bersama, antara lain Lampu Sudah Padam (rumah sungai, 2010), Kepompong Api (rabulangit, 2012), Tuah Tara No Ate (TSI IV, Ternate, 2011), Sauk Seloko (PPN VI, Jambi 2012), Dari Takhalli Sampai Temaram (akarpohon, 2012), Bersepeda Ke Bulan (Indo Pos, 2013) ayat-ayat selat sakat (Riau Pos, 2013), Mahar Kebebasan (2013), kembang Mata (Suara NTB, 2014), dan Segara Aksara (PPN IX, tanjung pinang 2016). Buku kumpulan puisinya berjudul Asmara Ular Kayu (akarpohon, 2016). Kini bersama sejumlah kawan mengelola komunitas rabu langit, sebuah komunitas yang menggiatkan seni dan sastra di Lombok , Nusa Tenggara Barat.

Facebook      : fatih kudus jaelani
Twitter          : @fatih_lombok
Instagram    : @fatihkudusjaelani
Email             : fatihkudusjaelani@gmail.com