Mengaktivasi pada dasarnya merupakan usaha untuk menggiatkan sesuatu agar dapat berkembang optimal. Begitupun dalam mengaktivasi potensi lokal, dimana aktivasi potensi lokak merupakan uasaha menggiatkan/mengaktifkan potensi-potensi yang berada di sekitar masyarakat. Dari itu perlu dipahami apa itu potensi dan mengapa potensi perlu diaktivasi?

Menurut Suryo Wiyono (pakar proteksi tanaman Indonesia) potensi memiliki arti kemampuan dasar yang masih terpendam dan menunggu untuk dimunculkan menjadi kekuatan yang nyata. Sedangkan menurut Udo Yamin Efendi Majdi, dalam bukunya yang berjudul Menggali dan Melejitkan Potensi Diri, 2007, potensi merupakan kemampuan yang masih bisa dikembangkan lebih baik lagi. Jadi secara umum potensi merupakan kemampuan, kekuatan, baik yang belum terwujud maupun yang telah terwujud yang dimiliki, tetapi belum sepenuhnya terlihat atau dipergunakan secara maksimal.

Pada umumnya potensi digolongkan menjadi tiga jenis, yaitu potensi alam, potensi sosial budaya dan potensi manusia. Potensi alam merupakan kemampuan berupa kekayaan kenampakan dan sumber daya alam yang dapat dikembangkan, seperti pada bidang pertanian, perkebunan, peternakan, pertambangan, pariwisata dan perikanan. Potensi sosial budaya adalah kemampuan yang dapat dikembangkan dari pola kehidupan yang terdapat pada suatu masyarakat di suatu daerah, contohnya pakaian daerah, tarian daerah, pertunjukkan, lagu daerah, alat musik, kerajinan, cerita rakyat/daerah, makanan daerah dan adat istiadat di suatu daerah. Sedangkan potensi manusia merupakan kemampuan yang dimiliki oleh diri manusia, seperti kemampuan fisik, mental intelektual, sosial emosional, mental spiritual dan daya juang.

Potensi memang seharusnya dikembangkan secara maksimal, baik itu potensi alam, potensi sosial budaya maupun potensi diri manusia. Ada beberapa contoh upaya mengaktivasi potensi lokal oleh masyarakat yang dilakukan di Pemenang, Kabupaten Lombok Utara yaitu program Seribu Bunga Seribu Cinta untuk Pemenang dan Program Kelompok Tani Montong Bae (KTMB).

Program Seribu Bunga Seribu Cinta untuk Pemenang merupakan program yang diinisiasi oleh Pasirputih bersama warga Pemenang dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat tentang kebersihan. Selain itu program ini bertujuan untuk mendisiplinkan masyarakat dalam konteks membuang sampah yang baik dan rapi agar sampah tidak berserakan. Tujuan utama dari program Seribu Bunga Seribu Cinta untuk Pemenang ini yaitu mengajak masyarakat untuk mampu memanfaatkan ruang-ruang publik yang dijadikan tempat sampah atau tempat kumuh oleh masyarakat menjadi taman bunga atau ruang hijau sehingga dapat merubah kesan buruk tempat yang sebelumnya merupakan tempat kumuh atau tempat pembuangan sampah menjadi lebih baik dan warga membuang sampah secara rapi dan tidak membuangnya selain di bak sampah yang disediakan.

Salah satu warga yang membawa bunga

Proses pelaksanaan program ini yaitu dimulai dengan mengajak masyarakat menyumbang satu bunga setiap orang, kemudian Pasirputih mengajak warga yang sering bergelut dalam dunia kreatif sebagai eksekutor, eksekutor bertugas merancang bentuk taman yang akan dibuat sesuai dengan lokasi tempat sampah. Pada hari puncak, Pasirputih bersama seluruh elemen masyarakat bergotong royong membersihkan tempat sampah, kemudian membawa semua bunga ke lokasi sampah. Setelah itu para eksekutor menata lokasi tempat bunga-bunga tersebut diletakkan.

Gotong royong membersihkan sekitar bak sampah dijadikan taman mini

Program Seribu Bunga Seribu Cinta untuk Pemenang merupakan salah satu contoh upaya mengaktivasi potensi lokal yang ada di sekitar kita. Upaya-upaya dalam mengaktivasi potensi lokal dalam bentuk yang lain pun juga dapat dilakukan. Seperti yang dilakukan oleh warga Montong Bae, Desa Pemenang Barat, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara sesuai jurnal yang ditulis Ahmad Rosidi yang diterbitkan di Website pasirputih.org yaitu Program Kelompok Tani Montong Bae (KTMB) yang dijalankan sejak tahun 2015 atau di mulai sejak resminya Montong Bae menjadi dusun di Desa Pemenang Barat. Program KTMB merupakan program pemanfaatan pekarangan rumah untuk ditanami tumbuh-tumbuhan seperti sayuran, rempah-rempah dan tanaman obat.

tanaman di rumah warga

Tanaman sayuran di rumah warga

Mengaktivasi potensi lokal menjadi sangat penting karena potensi-potensi yang dimiliki oleh suatu daerah atau masyarakat perlu dikembangkan, agar potensi yang dimiliki tidak menjadi sia-sia serta mampu meningkatkan kesadaran bersama tentang pentingnya pengembangan potensi tersebut untuk kebaikan bersama.