Kamis, 26 Januari 2017, Muhammad Sibawaihi dan saya janjian untuk ketemu dengan salah satu tokoh yang cukup berpengalaman di bidang kepemudaan, aktifitas kesenian dan banyak tau juga soal politik. Beberapa hari sebelumnya, Sibawaihi sempat bilang ke saya akan bertemu dengan seseorang yang bernama Muliawan.

Muliawan yang sekarang menetap di Rangsot, Pemenang Timur dan aktif di salah satu komunitas di Pemenang, Ballant namanya, Komunitas ini fokus terhadap pengelolaan dan pengawsan terhadap pariwisata, pasirputih sering melakukan diskusi-diskusi mengenai kebudayaan, politik dan kesenian. Pada awalnya, Muliawan juga banyak terlibat kegiatan-kegiatan yang mengajak dan mengundang banyak orang dalam kegiatannya, sepertinya dia menarik sebagai teman diskusi untuk membicarakan mengenai Bangsal Menggawe.

Muliawan

Hari Kamis ini kami janjian bertemu, namun sebelumnya, kami janjian bertemu di rumahnya, tapi sesampai kami di rumahnya, Muliawan sudah tidak di rumah, karena beberapa saat tadi ada panggilan mendadak untuk menemui seseorang di Mentigi, Desa Malaka, kami akan menemuinya di sana.

Singkat cerita, Muhammad Sibawaihi memulainya dengan membahas Bangsal Menggawe yang akan dilaksanakan di Bulan Maret 2017 ini. Muhammad Sibawaihi sedikit mempresentasikan Bangsal Menggawe, konsep dan tujuannya. Kami mendapat respon yang menarik dari Muliawan dan mendapatkan banyak masukan. Muliawan akan siap ikut serta dalam Bangsal Menggawe ini. Muliawan juga berharap, Bangsal Menggawe bukan hanya sekedar kegiatan seremonial, tapi Bangsal Menggawe menjadi ikon kegiatan di Pemenang, dia meyakini bahwa kegiatan semacam ini bukan hanya berbicara hura-hura, tapi juga bermuatan pengetahuan yang penting untuk generasi sekarang dan akan datang.

Pemilihan tema juga tidak luput dari pembicaraan kami, tema “Sio-Sio Bungkuk” menurut Muhammad Sibawaihi yang sebagai kurator di Bangsal Menggawe 2017, “Tema ini dipilih karena seperti yang kita tahu, di Pemenang, Lombok bahkan di Indonesia, orang-orang sepertinya membusungkan dada dan menganggap diri paling benar dan baik”, Muliawan pun menyetujui itu. Selain berbicara mengenai saling membanggakan diri, Bangsal Menggawe 2017 ini juga membicarakan mengenai perdamaian, sebagaimana yang dimaksud kurator  “Dan Pemenang saya rasa menjadi tempat yang strategis sebagai ikon perdamaian, Pemenang yang memiliki warga yang berbeda agama dan keyakinan, tetap rukun dari sejak cukup lama hingga sekarang dan Bangsal Menggawe 2017 ini juga punya kata-kata sakral “Suara Damai Dari Pemenang”. Banyak masukan dari Muliawan mengenai tema ini, dia mengatakan ini bagus sekali dan tepat “Menarik, tema ini cocok bagi kita sekarang” tambahnya.

Pembicaraan yang menarik hari itu dan tidak terasa malam tiba dan kamipun kembali ke pasirputih dan sedikit kehujanan.

Muhammad Sibawaihi mempresentasikan Bangsal Menggawe

Sekitaran berugaq tempat kami berdiskusi