Bioskop pasirputih merupakan program regular yang di inisiasi pasirputih. Bioskop ini kami bagi menjadi dua yakni, penayangan film yang di kaji (diskusi) bersama dan penayangan film untuk warga sendiri (keliling ke kampung-kampung).

Kali ini kami berkesempatan menayangkan film di Dusun Karang Subagan Daya atau masyarakat Pemenang mengenalnya dengan sebutan Karsunda (singkatan dari Karang Subagan Daya). Kami menayangkan film “Mendung Di Wajah Kampung”, yang di sutradarai oleh Imam Safwan bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Utara.

Bioskop keliling ini kami bicarakan jauh-jauh hari dengan Pak Burhan, Kepala Dusun Karsunda. Beliau pun meng-iyakan, kami pun langsung membuatkan posternya. Sekitar jam 20.00 WITA kami datang di lokasi pemutaran film, sebelumnya lokasi tersebut begitu sepi, pertanyaan  warga bermacam-macam seperti, “ada apa ini?”. Kami pun langsung menginformasikan pada warga “ada penayangan  film Amaq Dahrun (pemeran utama dalam film Mendung Di wajah Kampung)”. Warga pun langsung antusias mendengarkan informasi tersebut. Warga pun langsung membawa sanak saudaranya untuk ikut nimbrung bersama-sama  menyaksikan aksi para aktor di dalam film.

Persiapan pemutaran

Persiapan pemutaran

Persiapan pemutaran

Gelak tawa pun tidak terelakan melihat aksi para aktor seperti pada dialog  Amaq Dahrun yang selalu mereka ingat seperti “Maeh baitanku aiq kanca lekok buaq ito (ambilkan daun sirih itu)” dan “dek araq dengan mate sik jadah bebenes (tidak ada orang yang mati karena sampah)”, yang menjadikan suasana penayangan film menjadi seru. Gelak tawa itupun membuat kami semangat ditambah lagi banyaknya warga yang datang ke tempat penayangan film. Berbagai macam yang warga bawa seperti kursi, tikar dan juga makanan. Mereka sengaja membawa makanan ke tempat lokasi karena takut ketinggalan menyaksikan aksi aktor dalam film yang di tayangkan Bioskop pasirputih keliling kali ini. Tidak hanya orang dewasa saja yang nimbrung bersama kami, tetapi mulai dari anak-anak sampai orang tua.

Salah satu dialog dalam film

Salah satu dialog dalam film

Sekitar 56 menit film itu berjalan, semangat warga menyaksikan film sampai selesai tidak berubah, bahkan mereka menawarkan kami untuk memutarkan lagi film yang, kami pun meresponnya dengan senyum malu-malu. Kami pun di berikan saran oleh warga untuk membuat film  yang durasinya lebih panjang.

Usai beres-beres, datang seorang warga yang memberikan kami bingkisan, yang di dalamnya berisikan krupuk yang di bikin sendiri oleh warga sebagai usaha kecil-kecilan mereka. Tidak lama kemudian, Pak Burhan (Kadus Karsunda) memanggil kami untuk mampir di rumahnya dengan menawarkan kami kopi yang ditemani sebungkus rokok. Waktupun menunjukkan 21.30 WITA, kami pun melanjutkan obrolan dengan Pak Burhan di berugaq-nya. Film sangatlah efektif dalam memberikan penyuluhan kepada warga, karena tidak harus berkoar-koar menggunakan speaker. Bayangan tentang film pun terlihat ketika ungkapan saya di atas bahwa film benar-benar efektif. Saya pun sepakat dengan Pak Burhan bahwa film sangat banyak memberikan kita pengetahuan. Siba pun memberitahukan kami kepada Pak Burhan Bahwa kami bertiga (Rosidi, Humaidi, dan Rusli) adalah mahasiswa Fakultas Dakwah dan Komunikasi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Mataram. Beliau pun berkata “kita tidak harus berdakwah lewat speaker, lewat film juga kita bisa menyuarakan apa yang ingin kita sampaikan, yang terpenting itu adalah yang bersifat positif”. Saya pun kaget mendengarkan kata-kata Pak Burhan tersebut, karena saya tidak menyangka pengetahuan tentang filmnya lumayan bagus. Suara jangkrik pun terus terdengar dan jam pun terus berganti-ganti akhirnya kami memutuskan untuk pamit dan beristirahat.

Keramaian Bioskop pasirputih

Keramaian Bioskop pasirputih

Keramaian di Bioskop pasirputih

Ngobrol asyik dengan Pak Burhan, Kepala Dusun Karang Subagan daya

Ngobrol di Rumah Pak Burhan, Kepala Dusun Karang Subagan Daya