Pantomim dan recycling merupakan dua kelas dari 4 kelas yang diikuti oleh para peserta Be-Young 2016. Mulai sejak pagi hingga sore, peserta dengan serius mengikuti materi-materi yang diberikan oleh para fasilitator dan pelatih masing-masing kelas. Di Kelas Pantomim, kawan-kawan peserta diberikan materi oleh L’efnant Physical Teathre dari Taiwan. Sementara recycling, menghadirkan pemateri yang sudah berpengalaman dibidang pengolahan sampah, kami mengenalnya dengan nama Aisyah Odist, kak Aisyah juga membawa tim dari Bank Sampah NTB, beberapa ibu-ibu kren, berbagi di program Be-Young 2016.

DSC_1002

Mbak Aisyah Odist

Mbak Aisyah Odist

Kak Aisyah sekarang ini aktif dengan masyarakat mengelola Bank Sampah di Mataram. Pada pertemuan ini, peserta diajak untuk mencoba membuat semacam kerajinan tangan dari koran bekas, seperti, pot bunga dan wadah kantung botol, terlihat peserta aktif dan tertarik dengan kegiatan ini. Pesan yang disampaikan oleh Kak Aisyah adalah “mengolah sampah, harus dengan penuh suka cita dan cinta, kalau tidak, maka akan cepat mengalami kebosanan”, kurang lebih seperti itu yang saya dengar pada saat di kelas recycling. Tapi karena kak Aisyah Odist dan tim ada kesibukan, maka teman-teman segera pulang setelah kerajinan jadi dan siap digunakan.

DSC_1000 DSC_0989

Di sesi kedua setelah makan dan istirahat sejenak, peserta kelas recycling di ajak untuk meneruskan kegiatan oleh Muhammad Sibawaihi untuk membuat satu karya menggunakan gelas air mineral bekas, membuat tulisan menggunakan gelas bekas disusun membentuk tulisan “BE-YOUNG”.

DSC_0116 DSC_0123

Berbeda dengan kelas pantomim, kita berbicara tentang bagaimana menyampaikan pesan tanpa mengucap kalimat sepatahpun. Mendeskripsikan sesuatu melalui sikap dan ekspresi terutama ekspresi wajah dan gerak tubuh. Sun Tek Yao, sebagai ketua pelatih pantomim memberikan berbagai macam materi. Mulai dari pelenturan sendi, senam muka, hingga beberapa reka experesi sikap dalam sebuah kejadian atau dalam situasi tertentu. Katanya, mereka akan menampilkan  kisah Legenda Putri Mandalika dengan khas pantomim. peserta yang berjumlah 9 orang memaksimalkan kisah legenda tersebut dan setiap peserta telah diberikan peran masing-masing dalam performance kisah Legenda Putri Mandalika.

DSC_0955 DSC_0953

Para peserta yang mengikuti kelas pantomim dengan lepas menjiwai karakter peran yang mereka pegang masing-masing. Sembari Sun memberikan materi tentang apa yang harus diperankan, Febby dan Shushu memberikan contoh sikap dan ekspresi yang sesuai dengan instruksi dari Sun, sehingga para peserta mampu mengerti maksud dari Sun yang agak kesulitan memberikan pemahaman terhadap peserta kelas pantomim karena perbedaan bahasa, dimana instruktor menggunakan bahasa inggris dan peserta sedikit mengerti tentang bahasa tersebut.

DSC_0952 DSC_0942

Kelas kreasi ekspresi yang disalurkan melalui dua dasar potensi. Yang pertama ialah pantomim dengan ekspresi wajah dan sikap dan recycling dengan mambuat sesuatu yang kreatif namun syarat akan pesan-pesan sosial-kemanusiaan. Semua pesertapun berkarya dengan cara masing-masing namun tetap dengan bahan dasar yang sederhana.