Kamis 04 agustus 2014, sekitar pukul 17:40 kami kedatangan tamu dari National Chi Nan University, Taiwan, berjumlah tujuh orang. Mereka dengan muka-muka ceria datang ke Pasirputih membawa sebingkis harap untuk berbagi pengetahuan dan  pengalaman bersama warga Pemenang. Mereka, para tamu itu diantaranya adalah Hung-Kuo-Chan, Hsiao-Chin-Yi, Lo-Sin-Yi, Peng Yi-Jia Su-Ling, Yao- Sun-Teck, Un- Iat Hou. Kawan-kawan baru dari Taiwan ini akan berbagi tentang Pantomim. Mereka sendiri memiliki kelompok pantomim bernama L’Enfant S. Physical Teathre.

ac1fafe4-42de-4f8a-ad1e-ca68117979f6 1c2bb844-1efd-43e7-a157-ae184520dfd6

Datang untuk untuk pertama kalinya ke Pasirputih, membuat suasana terkesan serius, perkenalan, deskripsi program be-young yang menjadi alasan utama mereka duduk di teras Pasirputih yang berkramik putih agak lusuh. Mereka banyak bertanya tentang hal-hal yang menyangkut program, keseharian dan kegiatan-kegiatan  yang sudah dijalankan Pasirputih. Ditemani santapan Pelecing dan kopi pahit ala Ina’ ituq, tetangga kami, menjadikan suasana sedikit cair dan kemudian berubah menjadi asyik.

Selain berbicara hal-hal yang menyangkut kegiatan-kegiatan pasirputih kami juga membahas tentang problematika masyarakat secara umum, khususnya daerah Pemenang dan berbagai wisata didalamnya, seperti  Trio Gili (Gili Meno, Gili Trawangan dan Gili Air), juga tentang beragam tradisi masyarakat setempat.

Tak lama terduduk santai, salah seorang dari mereka mengeluarkan sebuah buku yang tersaji dalam bahasa mandarin. Buku itu langsung diberikan kepada Pasirputh yang diwakili oleh Siba. Barangkali sebagai hadiah perkenalan atau sejenisnya. Teman-teman pasirputih pun memberikan beberapa cetakan buku hasil dari program-program yang telah dilaksanakan. Peristiwa ini menjadi semacam barter hadiah perkenalan lah istilahnya.

e3a275c7-1915-4be8-b352-a815a322f7d5

DSC_0085 5d88d78a-5c9e-4dc4-b721-fad6fc854e1c (1)

Mulailah satu persatu teman-teman dari Taiwan tersebut membuka tas mereka  dan memberikan beberapa souvenir khas kota mereka, seperti cangkir kecil, salah satu hasil kerajinan di kampus dan yang menarik adalah mereka membawa teh hitam khas kota mereka. Begitulah, kita sama-sama berkeliling mendeskripsikan langkah per langkah dari rancangangan Program Be-Young. Alhasil pertemuan pertama merupakan langkah untuk memulai kerjasama mensukseskan acara Be-Young.

Lepas dari perhelatan senja yang berpamit sopan pada petang. Jauh setelah terkumandangnya adzan magrib hingga mega-mega merahnya terurai lekat bintang. Mereka, para tamu yang berasal dari Taiwan tersebut berpamit pulang, setelah menghabiskan 7 porsi kuliner khas jajanan sore ala inaq Ituq .

Good luck be-young