Lebaran tahun ini menjadi menarik dengan adanya kunjungan dari teman-teman Polandia. Kesempatan ini membuka ruang untuk kami berbagi bersama, baik bagiteman-teman Polandia, maupun bag iPasirputih dan warga. Empat hari sebelum lebaran, kami sepakat untuk membuka ruang sharring itu melalui Program KelasWah. Melihat aktifitas teman-teman Pasirputih di kegiatan remaja masjid, akhirnya pelaksanaan kegiatan diundur setelah lebaran. Sesuai dengan obrolan kami, kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai dari Kamis, 7 Juli 2016, sampai Sabtu, 9 Juli 2016. Dengan waktu pelaksanaan mulai pukul 2 siang sampai pukul 5 sore.

IMG_20160707_155129 DSC_0018

Pada KelasWah kali ini, peserta terbagi menjadi tiga kelas, yaitu Kelas Ruang Publik dengan pemateri Iza Rutkowka dan Kris Lukomski, Kelas Photografi oleh Alicia Rogalska dan Kelas Ruang dan Teater oleh Mariana Dobkowska dan MaciejSiuda. Untuk mempermudah komunikasi, kami menghubungi beberapa teman sebagai penerjemah, yaitu Agus Hery Purnomo dan Jamal.

Di hari pertama, ternyata, peserta yang hadir mengikuti kegiatan KelasWah tidak hanya dari Pemenang. Beberapa teman-teman dari Lombok Barat ikut hadir, salah satunya Muhammad Saleh Tabibuddin salah seorang partisipan Akumassa Chronicle yang digagas Forum Lenteng dan Pasirputih di awal tahun 2016, serta beberapa fotografer dari Mataram.

IMG_20160707_175425 DSC_0023 IMG_20160707_171325 DSC_0034

Siba memulai dengan memberikan pengantar tentang kegiatan KelasWah dan kehadiran teman-teman dari Polandia. Kemudian Agus Hery Purnomo memandu sesi perkenalan dan sesi presentasi program yang tengah dijalankan oleh teman-teman Polandia di Jakarta (Social Design For Social Living). Setelah istirahat selama 15 menit untuk Salat Ashar, kegiatan pun berlanjut untuk pemberian materi sesuai dengan kelas masing-masing. Kelas Ruang dan Teater bertempat di halaman Pasirputih, Kelas Photografi di ruang produksi Pasirputih. Sedangkan untuk kelas Ruang Publik bertempat di ruangBioskopPasirputih. Cukup alot juga diskusi yang berlangsung, kelaspun bubar pada pukul 18.00 WITA. Setelah itu, kami lanjutkan obrolan di teras rumah sampai mendekati waktu Isya.