Pemenang, menyimpan banyak cerita, mulai dari Pusuk sampai ke perbatasannya dengan Kecamatan Tanjung. Gunung dan laut pun menyimpan potensi yang luar biasa, ditambah lagi dengan potensi Sumber Daya Manusia yang cukup mendukung. Kesemuanya secara kreatif dan mandiri dikelola dengan baik oleh masyarakatnya. Toleransi terhadap perbedaan sangat dijunjung tinggi sebagai tonggak kekuatannya. Kehidupan yang beragam itu memberikan sumber daya yang mampu memberikan hadiah yang besar terhadap Pemenang. Namun seiring bertambahnya usia Pemenang, maka berpengaruh juga terhadap perkembangannya. Fisik Pemenang berubah setiap saat.

Lalu kami punya satu pertanyaan. Di Pemenang kok banyak gambar yah?

Perempatan-Pememnang.-Terlihat-gerbang-bangsal-dan-jalan-menuju-Bangsal-yang-akan-menjadi-prioritas-pembangunan-e1431496428181

Pertanyaan ini sering kami dengar di daerah Pemenang. Visual-visual terus berkembang seiring berkembangnya kebutuhan penunjang hidup, disebabkan kemajuan teknologi dan lain sebagainya.

Pemenang, cukup terkenal dan pesat perkembangannya dibanding dengan kecamatan lainnya di Kabupaten Lombok Utara. Kabupaten Lombok Utara memiliki 5 kecamatan, diantaranya ; Kecamatan Bayan (ujung timur, Lombok Utara), kemudian Kecamatan Kayangan, Kecamatan Gangga, Kecamatan Tanjung, dan terakhir Kecamatan Pemenang. Tidak heran kemudian Lombok Utara menjadi daerah terseksi di Pulau Lombok, begitu yang saya sering dengar dari beberapa orang yang berdomisili di luar Lombok Utara.

13415616_640965259402587_4541284642218528020_o

Team Publikasi

13517651_642094849289628_1138531584159748608_o

DSC_1085

Melihat Pemenang dari perkembangannya saat ini, maka wajah Pemenang juga terpengaruh, seperti fisiknya yang mulai mengikuti arus perkembangan. Apalagi Pemenang yang sangat gencar dipromosikan menjadi destinasi wisata terbaik yang ada di Lombok, keeksotisan alam dan tiga gili (Gili Air, Gili Meno dan Gili Trawangan) menjadi daya tarik yang luar biasa untuk dikunjungi dan dinikmati. Infrastrukturnya pun diusahakan mampu memberikan pelayanan yang maksimal. begitu juga dengan sumber daya manusianya, begitu gencar untuk mendukung kemajuan pariwisata.

Perkembangan pesat itu juga berdampak pada wajah asli Pemenang yang mulai tertutup oleh iming-iming kemegahan sesaat yang dijanjikan oleh pihak-pihak tertentu. Ancer-ancer mengembangkan potensi, justru malah membunuh potensi yang sebenarnya. Hal inilah yang kerapkali mengakibatkan perubahan negatif secara moral dan fisik di Pemenang.

DSC_1035

Gambar Bareng

Iklan dan promosi produk-produk penunjang kebutuhan juga menutupi wajah Pemenang. Gaya visual promosi banyak tertempel di dinding-dinding maupun di tiang-tiang penyangga. Poster dan spanduk Eksekutif, Calon Legislatif, Calon Bupati, Presiden, Gubernur sampai Calon Haji. Belum lagi ucapan selamat berpuasa, selamat jalan dan sampai jumpa, menghiasi kota ini.

Namun dengan hingar bingarnya tersebut, telah memberikan daya yang kuat terhadap masyarakat dan terutama pemudanya, untuk mencoba memberikan hal-hal baru, menawarkan wacana-wacana baru  untuk Pemenang agar mampu bertahan dan memberikan efek positif terhadap Kabupaten Lombok Utara dan Pemenang, khususnya.

Screenshot_20160624_225131[1]

Sumber daya manusia yang dimiliki Pemenang, sudah saatnya mengembalikan wajah Pemenang yang beberapa tahun lalu terlihat sangat elok, dengan masih kuatnya budaya gotong royong dan toleransi. Kembalinya pemuda Pemenang yang kreatif dan inovatif menjadi tonggak kekuatannya. Pemenang yang memiliki potensi pemuda yang luar biasa, akan mampu memberikan hadiah lebih untuk Pemenang. Pemuda Pemenang sudah saatnya untuk bergerak, dan kegiatan seni sebagai alasan yang menarik sebagai medium tawar-menawar – wacana kebudayaan – yang baik. Sebagaimana Pemenang yang terkenal dengan masyarakat berbudaya.

Banyak hal yang bisa dilakukan untuk mewujudkannya, salah satunya dengan proses berkesnian yang dilakukan oleh beberapa anak muda yang tergabung dalam satu komunitas, Bomb Of North (B.O.N). Sejak berdirinya hingga saat ini, masih terus berproses seni mural dan graffiti. Anak-anak muda ini secara intens merespon fenomena sosial di Kecamatan Pemenang, bahkan Kabupaten Lombok Utara, secara umum, karya-karya mereka terpampang di dinding-dinding Pemenang sebagai bentuk respon.

Tahun ini, B.O.N mencoba merespon potensi laut dan gunung, fenomena sosial, kebiasaan masyarakat di Pemenang, dan lain-lain dengan menggunakan mural dan graffiti.

Seperti pada karya Dody yang lebih merespon potensi alam  laut Pemenang dan Lombok Utara menggunakan mural dengan karakter Badut. Gambaran potensi lautnya dibahasakan menggunakan wujud ikan dalam karyanya. Ikan sebagai bentuk pembahasaan terhadap potensi alam laut dan Pemenang sebagai daerah pesisir.

Matur Tampi Asih