Lombok Utara, beberapa waktu yang lalu, resmi memiliki seorang pemimpin baru, tepatnya pada 17 Februari, 2016. Sebelumnya, Lombok Utara mendapatkan pelajaran penting tentang makna politik dan demokrasi. Berbagai isu dan perselisihan di media online maupun dalam perbincangan sehari-hari kerap mewarnai kehiduapn masyarakat Lombok Utara. Dari warung-warung kopi, warung makan, di terminal sampai ke perkantoran, marak membicarakan isu-isu politik. Berbagai isu money politik, penggelapan suara, aksi ‘talak tiga’ di KPUD Lombok Utara dan berbagai peristiwa penting lainnya menjadi makanan setiap saat di media. Para elit poltik beradu, mendapatkan simpati massa. Dari kunjungan ke pasar, ke masjid-masjid, sampai mendatangkan artis-artis ibu kota pun dilakukan. Masa-msa itu sudah berlalu. Masyarakat sudah memilih. Kini Lombok Utara memiliki pemimpin dan harapan baru.

Setelah pelantikan Bupati dan Wakil Bupati Lombok Utara, isu-isu politik tidak mereda begitu saja. Bahkan sampai saat ini, beragam tanggapan kembali mencuat ke permukaan. Isu Tenaga Kontrak, isu Mutasi, Program 99 Hari Bupati, Program Satu Dokter Satu Desa dan bermacam isu lainnya menjadi komoditi baru dalam jagad maya. Masyarakat berharap banyak,  adanya perubahan signifikan di Lombok Utara. Semua dipangku pundakkan kepada Pemerintah Kabupaten Lombok Utara.

Lalu, baru-baru ini juga, pasirputih menggelar sebuah event penting dalam catatan sejarah Lombok Utara, khususnya masyarakat Kecamatan Pemenang. Kegiatan yang dimaksud adalah kegiatan Bangsal Menggawe 2016: Membasaq. Sebuah kegiatan pesta rakyat yang digagas sebagai ruang dan panggung bagi masyarakat untuk menunjukan kekuatan dan ke-berdaya-an mereka. pasirputih bergerak bersama warga Pemenang untuk membuat sejarah baru, membuktikan bahwa masyarkat sebenarnya memiliki keuatan untuk merubah kondisi mereka sendiri.

Maka, dalam KelasWah Diskusi Forum kali ini, pasirputih mencoba menghadirkan dan meretas pembicaraan seputar isu-isu politik dan kekuatan masa ini. pasirputih mengundang seorang pembicara yang relatif sangat muda, Anhar Putra Iswanto. Anhar, sepengetahuan pasirputih, sangat mengerti kondisi perpolitikan di Lombok Utara. Dalam berbagai kesempatan, ia sering menulis status-status seputar kondisi sosial-poltik di Lombok Utara. Pun dari buku Nihilisme Demokrasi Dan Keadaban Politik, ia banyak menulis juga tentang Lombok Utara.

Maka dengan ini, kami mengajak kawan-kawan semua untuk hadir di KelasWah Diskusi Forum, pada Minggu, 17 April 2016, di pasirputih, Jalan Raya Pemenang, Gang Ibnu Hibban, No. 07 RT. 02, Dusun Karang Baru, Desa Pemenang Timur, Kecamatan Pemenang, Lombok Utara. Contact Person: 085338499786|0370 6197437.

anhar

Anhar Putra Iswanto, lahir di Leong, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Lombok Utara, 11 Maret 1988. Anhar menyelesaikan pendidikan S1 Jurusan Ilmu Hubungan Internasional di Unniversitas Muhammadiyah Malang (UMM) tahun 2013. Baru-baru ini, ia menyelesaikan pendidikan S2 jurusan Sosiologi, Program Pasca Sarjana di universitas yang sama. Selama menjadi mahasiswa, Anhar aktif berkegiatan di berbagai organisasi. Sempat menjadi Sekjen Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (2010-2011),  Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah (2011-2012), Malang dan Ketua HMI Koordintaor Komisariat (2012-2013).  Beberapa tulisan Anhar dimuat diberbagai koran lokal, seperti Suara NTB, Lombok Post, Haluan Kepri (Riau), Harian Bhirawa (Jatim). Salah satu buku yang pernah ia tulis adalah Nihilisme Demokrasi Dan Keadaban Politik (2015).