Bangsal Menggawe adalah salah satu program utama pasirputih yang diadakan sebagai acara tahunan dan menjadi sarana bagi warga masyarakat lokal di Pemenang untuk menyalurkan ekspresi kulturalnya dalam bentuk pesta rakyat. Pelabuhan Bangsal dipilih sebagai latar kegiatan karena pelabuhan tersebut menghubungkan narasi dan memori-memori warga tentang kultur kehidupan masyarakat Pemenang. Ada banyak kegiatan dan komunitas-komunitas lokal yang masih hidup hingga sekarang di Pemenang, dan semuanya bermula di Pelabuhan Bangsal.

Meskipun digiatkan oleh pasirputih, Bangsal Menggawe bukanlah hanya milik pasirputih. Pesta Rakyat Bangsal Menggawe adalah milik seluruh warga dan penduduk yang ada di Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Yayasan pasirputih bekerja sama dengan berbagai komunitas lokal lainnya yang ada di Pemenang, serta dengan berbagai lembaga pemerintahan daerah, menjadi fasilitator demi terselenggaranya pesta rakyat tahunan tersebut.

Pada penyelenggaraannya yang pertama di tahun 2016, Bangsal Menggawe mengangkat tema Membasaq. Kegiatan ini dapat terealisasi atas kerja sama pasirputih dengan Forum Lenteng (Jakarta) dan berbagai lembaga pemerintahan daerah Lombok Utara dan komunitas lokal lainnya. Bangsal Menggawe: Membasaq menjadi salah satu bagian dari kegiatan Proyek Seni AKUMASSA Chronicle Lombok Utara yang diselenggarakan oleh Forum Lenteng dan pasirputih pada periode Januari – Februari 2016. Proyek Seni AKUMASSA Chronicle itu sendiri dikuratori oleh Otty Widasari (Direktur Program AKUMASSA Forum Lenteng) dan Arief Yudi (pendiri dan pegiat Jatiwangi Art Factory) dengan melibatkan seniman, aktivis kebudayaan, penulis dan peneliti profesional, yang fokus pada satu tema yang berhubungan dengan persoalan sosiokultural di lokasi yang menjadi tempat proyek itu dijalankan. Kegiatan-kegiatan dalam proyek ini menggunakan pendekatan partisipatif dan kolaboratif, di mana masyarakat lokal turut berperan aktif dalam seluruh rangkaian kegiatan kesenian yang dilakukan.